Category Archives: KPR

BERAPA BANYAK BIAYA YG PERLU DISIAPKAN PEMBELI RUMAH DENGAN KPR

image

BERAPA BANYAK BIAYA YG PERLU DISIAPKAN PEMBELI RUMAH DENGAN KPR

Sekedar berbagi info, bagi konsumen pembelian rumah dengan biaya KPR,  hal berikut ini dapat dijadikan acuan sebelum membeli rumah. Sebab selain uang muka , anda harus memiliki uang tunai yang lebih besar untuk membeli rumah. Saat membeli rumah dengan KPR maka akan muncul biaya – biaya lainnya.
Biasanya informasi umum yang ada di masyarakat tentang biaya KPR adalah seputar 10% -12%    dari nilai rumah,  apakah tidak ada rinciannya?,                                                         berikut adalah rincian biaya seputar KPR:
– Biaya dari Bank    (cenderung fixed):
Biaya Provisi.
Sebesar 1% dari pinjaman yang akan dicairkan.
– Biaya Administrasi
Umumnya kurang lebih sebesar  Rp 300 ribu – Rp 500 ribu.
– Biaya Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa dibutuhkan untuk melindungi baik pihak bank maupun keluarga kreditur. Jika kreditur meninggal dunia, perusahaan asuransi akan melunasi sisa pinjaman. Jadi sebaiknya kreditur perlu mengikuti asuransi jiwa.
– Premi asuransi jiwa dibayar oleh kreditur.
Besarnya sesuai usia pemohon kredit , besar pinjaman kredit yang dicairkan dan jangka waktu kredit.
Sebagai gambaran untuk KPR dengan jangka waktu 10 – 15 tahun , untuk debitur dengan usia 30 tahun  maka premi yang dibayarkan  sekitar 1% – 1,5% dari besar KPR yang akan dicairkan. Misalnya besar KPR Rp 300 juta maka premi asuransi jiwa sebesar +/- Rp 3 juta – Rp 4,5 juta.
– Biaya Asuransi Kebakaran
Bank wajib melindungi nilai jaminan bangunan rumah dari resiko kebakaran. Oleh karena itu jaminan perlu diproteksi dengan asuransi kebakaran sampai masa kredit selesai.
Debitur harus membayar asuransi kebakaran . Umumnya nilai premi ini sudah tetap dari perusahaan asuransi. Namun jika terjadi kebakaran , ganti rugi akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada bank. Di dalam polis asuransi disebutkan posisi bank sebagai pihak yang akan menerima ganti rugi.
Besarnya sesuai dengan nilai bangunan dan jangka waktu kredit, umumnya sebesar 1% dari nilai bangunan.
– Cicilan 1 bulan pertama
Misalkan bank sudah menetapkan angka plafon kredit pinjaman dan telah ada nilai angsuran tiap bulannya, maka bank akan mengendapkan angsuran senilai 1x angsuran, dimana uang ini akan disimpan pada rekening koran pinjaman dan tidak dapat dicairkan sampai jangka waktu kredit berakhir.
– Appraisal
Biaya ini oleh bank akan dibayarkan pada perusahaan penilai agunan / apraisal.Perusahaan ini bertugas menaksir harga tanah dan bangunan yang akan dibeli oleh konsumen. Biaya ini dikenakan saat akan mengambil kredit. Hasil penilaian ini akan menentukan berapa harga rumah dan berapa plafon kredit yang akan diberikan oleh bank.
Biaya buka rekening bank
Besarannya berbeda – beda untuk setiap bank.
1. Biaya dari Notaris    (Biasanya ditunjuk oleh pihak Bank, juga cenderung fixed)
Biaya ini adalah jasa kepada notaris dan pihak terkait dalam pengurusan surat – surat  terkait kepemilikan tanah. Jumlahnya sangat tergantung dari tarif jasa yang diberikan oleh notaris.
Bank menunjuk beberapa notaris dengan tarif jasa yang cenderung standard. Dan kualitas notaris bisa diandalkan karena sudah diseleksi secara ketat oleh bank.
2. Biaya Cek Sertifikat
Merupakan biaya untuk melakukan pengecekan kebenaran sertifikat rumah yang dibeli.
Biaya Perjanjian Kredit
Perjanjian kredit yang dibuat notaris akan dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Akta Jual Beli
Biaya ini akan dikenakan terhadap surat jual beli yang timbul dari proses jual beli rumah tsb.
4. Bea Balik Nama
Setelah jual beli maka diperlukan biaya untuk balik nama dari penjual ke pembeli.
5. APHT
APHT adalah Akta Pembebanan Hak Tanggungan. Pada saat terjadi kredit maka hak tanggungan (rumah) yang sudah bersertifikat atas nama pembeli akan dibebankan hak tanggungan di kantor pertanahan.
6. Pembebanan HT ( Hak Tanggungan )
Ini diperlukan biaya pembebanan hak tanggungan untuk keperluan pengurusan di kantor pertanahan.
7. Biaya Pajak Jual Beli   (tergantung harga rumah dan bangunan)
8. Pajak Pembeli  / BPHTB
Pajak pembeli: 5% dari (NJOP – 60 juta), angka 60 juta khusus untuk daerah Jakarta, untuk lokasi di luar Jakarta seharusnya lebih murah.

Pada rumah baru , pembeli akan dikenakan biaya PPN. Tapi biasanya harga yang ditawarkan oleh developer untuk penjualan rumah baru sudah termasuk biaya PPN.
Kapan biaya pajak jual beli dibayarkan ? Sama seperti biaya bank, ini harus dibayarkan sebelum akad kredit
Info :
Sebaiknya pajak jual beli dibayarkan setelah mendapatkan persetujuan dari bank dan dokumen – dokumen jaminan sudah dilakukan pengecekan oleh pihak bank dan pihak notaris.
Uang Muka / DP ( Down Payment )
Uang muka adalah biaya yang harus dikeluarkan sendiri oleh calon pembeli rumah dengan KPR.  Karena bank tidak membiayai 100% dari nilai rumah yang akan dibeli.
Uang muka harus dibayarkan sebelum pembeli rumah bisa mengajukan kredit. Bukti bahwa pembeli rumah mempunyai kemampuan keuangan.
Bank Indonesia ( BI ) menetapkan atau mengatur jumlah uang muka minimum sebesar 30% dari nilai rumah yang akan dibiayai.
#Secara garis besar biaya untuk konsumen KPR sbb :
Biaya – Biaya Yang Dikeluarkan, Bank ( cenderung fixed )
4% dr besar pinjaman yg cair
1. Provisi, 1% dr besar pinjaman yg akan cair
2. Administrasi ± Rp 300 ribu.
3. Asuransi Jiwa, 1% – 1,5% dr besar pinjaman yang akan cair.
4. Asuransi Kebakaran, 1% dari nilai bangunan
5. Cicilan 1 bulan pertama, 1x cicilan
6. Appraisal ± Rp 500 ribu
7. Buka rekening bank
Biaya Notaris ( biasanya ditunjuk pihak bank & cenderung fixed ) ± 1% – 2%
1. Cek sertifikat, ± Rp 100ribu
2. Perjanjian Jual Beli
3. Akta jual Beli
4. Bea Balik Nama
5. APHT, ± Rp 1 jt – RP 2jt
6. Pembebanan HT
C. Pajak Pembeli 5%
1. BPHTB, 5% x ( NJOP – 60 jt)
Total ± 10% – 12%
D. DP / Uang Muka 10%-30%
#Total biaya yang perlu disiapkan dr harga rumah ± 40% – 42%

Ilustrasi sederhana :
Jika harga rumah Rp. 300 juta , maka
-. DP  sebesar 10% adalah Rp 30 juta
-. Biaya KPR  10% adalah Rp 30% juta.
Jadi total biaya yang perlu disiapkan calon pembeli rumah dengan sistem KPR adalah  sekitar Rp 60 juta.

Semoga ilustrasi di atas dapat bermanfaat untuk calon konsumen yang akan membeli rumah dengan sistem KPR.

Advertisements

BERAPA BANYAK BIAYA YG PERLU DISIAPKAN PEMBELI RUMAH DENGAN KPR

BERAPA BANYAK BIAYA YG PERLU DISIAPKAN PEMBELI RUMAH DENGAN KPR

Sekedar berbagi info, bagi konsumen pembelian rumah dengan biaya KPR,  hal berikut ini dapat dijadikan acuan sebelum membeli rumah. Sebab selain uang muka , anda harus memiliki uang tunai yang lebih besar untuk membeli rumah. Saat membeli rumah dengan KPR maka akan muncul biaya – biaya lainnya.
Biasanya informasi umum yang ada di masyarakat tentang biaya KPR adalah seputar 10% -12%    dari nilai rumah,  apakah tidak ada rinciannya?,                                                         berikut adalah rincian biaya seputar KPR:
– Biaya dari Bank    (cenderung fixed):
Biaya Provisi.
Sebesar 1% dari pinjaman yang akan dicairkan.
– Biaya Administrasi
Umumnya kurang lebih sebesar  Rp 300 ribu – Rp 500 ribu.
– Biaya Asuransi Jiwa
Asuransi jiwa dibutuhkan untuk melindungi baik pihak bank maupun keluarga kreditur. Jika kreditur meninggal dunia, perusahaan asuransi akan melunasi sisa pinjaman. Jadi sebaiknya kreditur perlu mengikuti asuransi jiwa.
– Premi asuransi jiwa dibayar oleh kreditur.
Besarnya sesuai usia pemohon kredit , besar pinjaman kredit yang dicairkan dan jangka waktu kredit.
Sebagai gambaran untuk KPR dengan jangka waktu 10 – 15 tahun , untuk debitur dengan usia 30 tahun  maka premi yang dibayarkan  sekitar 1% – 1,5% dari besar KPR yang akan dicairkan. Misalnya besar KPR Rp 300 juta maka premi asuransi jiwa sebesar +/- Rp 3 juta – Rp 4,5 juta.
– Biaya Asuransi Kebakaran
Bank wajib melindungi nilai jaminan bangunan rumah dari resiko kebakaran. Oleh karena itu jaminan perlu diproteksi dengan asuransi kebakaran sampai masa kredit selesai.
Debitur harus membayar asuransi kebakaran . Umumnya nilai premi ini sudah tetap dari perusahaan asuransi. Namun jika terjadi kebakaran , ganti rugi akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada bank. Di dalam polis asuransi disebutkan posisi bank sebagai pihak yang akan menerima ganti rugi.
Besarnya sesuai dengan nilai bangunan dan jangka waktu kredit, umumnya sebesar 1% dari nilai bangunan.
– Cicilan 1 bulan pertama
Misalkan bank sudah menetapkan angka plafon kredit pinjaman dan telah ada nilai angsuran tiap bulannya, maka bank akan mengendapkan angsuran senilai 1x angsuran, dimana uang ini akan disimpan pada rekening koran pinjaman dan tidak dapat dicairkan sampai jangka waktu kredit berakhir.
– Appraisal
Biaya ini oleh bank akan dibayarkan pada perusahaan penilai agunan / apraisal.Perusahaan ini bertugas menaksir harga tanah dan bangunan yang akan dibeli oleh konsumen. Biaya ini dikenakan saat akan mengambil kredit. Hasil penilaian ini akan menentukan berapa harga rumah dan berapa plafon kredit yang akan diberikan oleh bank.
Biaya buka rekening bank
Besarannya berbeda – beda untuk setiap bank.
1. Biaya dari Notaris    (Biasanya ditunjuk oleh pihak Bank, juga cenderung fixed)
Biaya ini adalah jasa kepada notaris dan pihak terkait dalam pengurusan surat – surat  terkait kepemilikan tanah. Jumlahnya sangat tergantung dari tarif jasa yang diberikan oleh notaris.
Bank menunjuk beberapa notaris dengan tarif jasa yang cenderung standard. Dan kualitas notaris bisa diandalkan karena sudah diseleksi secara ketat oleh bank.
2. Biaya Cek Sertifikat
Merupakan biaya untuk melakukan pengecekan kebenaran sertifikat rumah yang dibeli.
Biaya Perjanjian Kredit
Perjanjian kredit yang dibuat notaris akan dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Akta Jual Beli
Biaya ini akan dikenakan terhadap surat jual beli yang timbul dari proses jual beli rumah tsb.
4. Bea Balik Nama
Setelah jual beli maka diperlukan biaya untuk balik nama dari penjual ke pembeli.
5. APHT
APHT adalah Akta Pembebanan Hak Tanggungan. Pada saat terjadi kredit maka hak tanggungan (rumah) yang sudah bersertifikat atas nama pembeli akan dibebankan hak tanggungan di kantor pertanahan.
6. Pembebanan HT ( Hak Tanggungan )
Ini diperlukan biaya pembebanan hak tanggungan untuk keperluan pengurusan di kantor pertanahan.
7. Biaya Pajak Jual Beli   (tergantung harga rumah dan bangunan)
8. Pajak Pembeli  / BPHTB
Pajak pembeli: 5% dari (NJOP – 60 juta), angka 60 juta khusus untuk daerah Jakarta, untuk lokasi di luar Jakarta seharusnya lebih murah.

Pada rumah baru , pembeli akan dikenakan biaya PPN. Tapi biasanya harga yang ditawarkan oleh developer untuk penjualan rumah baru sudah termasuk biaya PPN.
Kapan biaya pajak jual beli dibayarkan ? Sama seperti biaya bank, ini harus dibayarkan sebelum akad kredit
Info :
Sebaiknya pajak jual beli dibayarkan setelah mendapatkan persetujuan dari bank dan dokumen – dokumen jaminan sudah dilakukan pengecekan oleh pihak bank dan pihak notaris.
Uang Muka / DP ( Down Payment )
Uang muka adalah biaya yang harus dikeluarkan sendiri oleh calon pembeli rumah dengan KPR.  Karena bank tidak membiayai 100% dari nilai rumah yang akan dibeli.
Uang muka harus dibayarkan sebelum pembeli rumah bisa mengajukan kredit. Bukti bahwa pembeli rumah mempunyai kemampuan keuangan.
Bank Indonesia ( BI ) menetapkan atau mengatur jumlah uang muka minimum sebesar 30% dari nilai rumah yang akan dibiayai.
#Secara garis besar biaya untuk konsumen KPR sbb :
Biaya – Biaya Yang Dikeluarkan, Bank ( cenderung fixed )
4% dr besar pinjaman yg cair
1. Provisi, 1% dr besar pinjaman yg akan cair
2. Administrasi ± Rp 300 ribu.
3. Asuransi Jiwa, 1% – 1,5% dr besar pinjaman yang akan cair.
4. Asuransi Kebakaran, 1% dari nilai bangunan
5. Cicilan 1 bulan pertama, 1x cicilan
6. Appraisal ± Rp 500 ribu
7. Buka rekening bank
Biaya Notaris ( biasanya ditunjuk pihak bank & cenderung fixed ) ± 1% – 2%
1. Cek sertifikat, ± Rp 100ribu
2. Perjanjian Jual Beli
3. Akta jual Beli
4. Bea Balik Nama
5. APHT, ± Rp 1 jt – RP 2jt
6. Pembebanan HT
C. Pajak Pembeli 5%
1. BPHTB, 5% x ( NJOP – 60 jt)
Total ± 10% – 12%
D. DP / Uang Muka 10%-30%
#Total biaya yang perlu disiapkan dr harga rumah ± 40% – 42%

Ilustrasi sederhana :
Jika harga rumah Rp. 300 juta , maka
-. DP  sebesar 10% adalah Rp 30 juta
-. Biaya KPR  10% adalah Rp 30% juta.
Jadi total biaya yang perlu disiapkan calon pembeli rumah dengan sistem KPR adalah  sekitar Rp 60 juta.

Semoga ilustrasi di atas dapat bermanfaat untuk calon konsumen yang akan membeli rumah dengan sistem KPR.